Sabtu, 27 Juni 2015

Dream With You

Dream With You
Oleh : Moniqe Laila RA
            Malam ini kunikmati sinar bintang-bintang yang gemerlap di angkasa luas, walau sebelumnya kau genggam erat tanganku dan kau tarik kuat tubuhku dari tidur yang sangat damai lalu kau bawa aku menaiki sepeda motormu yang butut itu.
Kulihat jam yang ada ditanganmu menunjukan pukul 3 malam. Kemana kau akan bawa aku? Pertanyaan itu terselip dihati karena mulut ini tak boleh sedikitpun mengeluarkan kata-kata olehmu dengan cara tangan telunjuk berada dibibirmu yang sedikit kau monyongkan, agar tak ada orang yang tau kalau kita akan pergi malam ini. Tapi tetap saja rumput tetangga tau, karena motor bututmu itu selalu batuk berdahak saat akan berjalan.
Heumbbbb, hanya bisa memelukmu agar aku tak jatuh kebelakang. Sifatmu yang keras membuatku takut untuk berkutik.
            Bruk, tiba-tiba tubuhku menabrak tubuhnya karena rem mendadak yang ia lakukan.
“ turun “ aku terkejut, tiba-tiba dia bilang seperti itu. Ada apa? Tapi aku tak berani berkata, kuturuti perintahnya saja, toh ini masih diwilayah aman bagiku walaupun aku tak tahu tempat ini sebenarnya.
Dia memarkirkan sepeda motor bututnya, lalu segera ia tarik tanganku erat. Mengajakku berjalan dikediaman malam, dingin yang menusuk hingga tulang, dikelilingi lambaian dedaunan pohon dihutan. Baru kali ini dia membuat bulu kudukku merinding.
Setelah beberapa meter berjalan, ia lepas genggaman ditanganku perlahan. Ia peluk tanggannya sendiri dan akupun mengikuti, karena memang udara malam hampir pagi ini sangat dingin sekali, namun jalan yang menanjak sedikit memberikan rasa panas pada tubuh.
“ Sebenarnya mau dibawa kemana aku ini mas? “ akhirnya terlontar juga pertanyaan dari bibirku. Dan hanya senyum yang ia lontarkan. “ Subhanallah” manis sekali senyumnya, baru kali ini aku melihat senyumnya yang manis selama aku bersamanya. Dan ini membuatku semakin bertanya-tanya.
            Setelah hampir setengah jam perjalanan, akhirnya dia mengajakku untuk istirahat duduk dibebatuan.
“ kita menunggu disini saja” aku binggung dengan omongannya, “menunggu siapa?” namun dia tak menjawab, hanya merebahkan tubuhnya dibatu yang datar. Dan aku duduk melamun sambil memeluk tangan.
Setelah beberapa lama, dia melihat jam yang ada ditangannya lalu mengajakku berjalan lagi.
Fajar mulai menampakan cahayanya, rabun-rabun memberikan bayangan pada pepohonan. Aku terkejut saat sampai ditempat tujuan. Aku berada diatas tumpukan tanah yang sangat tinggi lebih tepatnya pada bukit, dan dibawahku terdapat panorama alam yang sangat indah, lekukan garis pantai yang begitu jelas memberi hiasan pada pasir putihnya, air laut yang warnanya sangat muda memberiku waktu untuk melihat isinya.
“terima kasih sayang” kata-kata itu terlontar tak sengaja dibibirku pada sosok laki-laki yang sangat dewasa itu. Lagi-lagi dia hanya membalas dengan senyum.
Beberapa lama aku memanfaatkan kamera yang ada di hp. Ku lihat dia membalikan tubuhnya kearah jalan yang tadi kita tempuh. Tanpa kata-kata, dan aku pun dengan sadar langsung mengikutinya dari belakang.
Jalan yang turun membuat kakiku dan kakinya sedikit berlari. Setelah sampai didepan tempat parkiran kubalikkan tubuhku, terdapat dua buah pohon yang kering tak berdaun dan ada kayu yang menyambungkan dari atas dengan kayu papan yang bergantung pada kayu penyambung itu dan bertuliskan Bukit Jogo Tuwo. Ternyata bukit indah dan memiliki panorama alam yang begitu menakjubkan itu bernama Bukit Jogo Tuwo.
            Siang ini aku dibawa keliling bersama motor bututnya, entah mau dibawa ketempat mana lagi aku ini oleh pangeran jutekku tapi tidak jadi masalah bagiku karena berdua dengannya pasti lebih baik, ceile kaya lagu aja. Lama perjalanan, entah berapa menit atau jam aku tak tau. Tiba-tiba dia memarkirkan motornya, berjalan kaki dan akupun harus mengikutinya. Dia menaiki sebuah kapal, duh mau kemana ini? padahal aku sangat takut dengan ombak karena aku tidak bisa berenang, “ mau kemana sih?” tanyaku gelisah, “tunggu saja sebentar” huft akhirnya aku mendengar suaranya juga.
Terik matahari semakin meninggi, tubuhku semakin panas karena tadi pagi belum sempat mandi. Perjalanan sekitar satu jam memberiku waktu untuk menikmati keindahan, airnya yang jernih menampakkan terumbu karang yang ada dibawah.
Setelah sampai, begitu takjub dengan keindahan ciptaan Maha Kuasa ini. Indah sekali. Pulau kecil yang ditumbuhi banyak pohon cemara dan pasirnya berwarna putih. Jalan berdua bersama sang pujaan hati diiringi semilirnya angin, dan hempasan ombak kecil dan pemandangan pasir putih yang sangat indaaaaahhhh sekali. Bukan aku berlebihan, tapi ini memang apa adanya.
Dia mengajakku snorkeling, apa itu snorkeling? Snorkeling itu selam permukaan, karena disana tidak ada ombak. Dan saat aku dan dia berjalan kerumah yang berada ditengah laut, sangat Nampak sekali terumbu karang serta ikan yang berlalu lalang. Ini sangatlah eksotis sekali. Namun aku tidak mau dan membiarkan dia sendiri bersnorkeling.
Saat aku sedang memotret keindahan disana sini, ternyata disebelahku ada dua wisatawan asing. Entah dari mana, karena akupun gagap bahasa inggris hanya mampu mendengarkan apa yang mereka katakana saja. ternyata pulau kecil ini bernama pulau tengah. Kok tengah? Entah bagaimana sejarahnya aku tak tau karena menurutkupun pulau ini tidak benar-benar berada ditengah, mungkin ada sejarah lain yang belum aku ketahui. Akhirnya dia selesai juga bersnorkeling ria. Setelah makan siang, kita kembali kepulau asal.
Sore haripun telah tiba, sempat aku menikmati sunset saat perjalanan pulang dikapal.
Kita bersih-bersih pakaian setelah sampai ditempat parkiran, karena disana banyak disediakan kamar mandi umum.
Perjalananpun berlanjut kembali, malam telah datang bulanpun telah bersinar dan bintang menjadi teman. Aku kira dia berjalan untuk pulang, ternyata dia masih memberiku satu pengalaman lagi yang tak terlupakan. Kali ini saya dijumpakan dengan banyak orang, tepatnya alun-alun karimunjawa. Ramai sekali, dan yang jelas banyak pedagangnya juga. Yummy pasti makan-makan nih, fikirku. Ternyata benar, dia mencari tempat lesehan yang lokasinya agak dipojok agar tidak terlalu ramai, makanannyapun terdapat banyak pilihan.
Setelah makan dan dia sedikit ngobrol dengan penjualnya, kitapun melakukan perjalanan pulang.
Selang beberapa meter perjalanan, tiba-tiba mataku rabun untuk melihat kedepan. Bentuk jalan berubah menjadi pekarangan, ah, ingin aku menyuruhnya berhenti namun takut salah nantinya karena aku hanyalah pembonceng saja, namun tiba-tiba bruukkkkkk bagai hantaman, sampai menusuk tulang belakang. Dan kepalaku seperti ada ketukan, sakit sekali. Setelah agak sembuhan sedikit demi sedikit ku bukan mataku dan ternyata begitu terkejutnya aku, saat ini aku berada dikamarku sendiri, segera aku berdiri. Ada apa ini, kenapa aku sudah berada dikamar? Ketukan pintu juga semakin keras dibarengi dengan suara ibu yang membangunkanku. Ah ternyata aku bermimpi. J

Tak mengapalah, ini mimpi, semoga saja aku benar-benar bisa bersama pangeranku kepualu itu nantinya, dan yang jelas kalau sudah HALAL nanti. The End


Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Awesome Journey” Diselenggarakan oleh Yayasan Kehati dan Nulisbuku.com 

Sabtu, 13 Juni 2015

Makanan Khas Jawa Tengah dari Utara hingga Selatan

Dalam rangka Lomba Visit Jawa Tengah 2015
Periode 3 " Wisata Kuline Jawa Tengah"



Sejak kecil hidupku berpindah pindah, dari pesisir pantai utara hingga pesisir pantai selatan, yaitu dari Kendal kepurbalingga lalu purwokerto dan sekarang dikebumen, seperti membelah jawa tengah ya. J Kebetulan ada lomba visit jawa tengah periode 3 yang bertemakan kuliner jawa tengah. Berhubung tempat tinggal ku ini semua didaerah jawa tengah, aku akan berbagi informasi yang melezatkan tentang makanan khas daerah yang pernah aku tinggal. Cekidott….

A. Kendal
Dari utara dulu yah.. di kabupaten Kendal adalah tempat dimana aku mengenyam pendidikan dasar, di kota inipun 6 tahun aku tinggal, sehinggal makanan khas di Kendal sudah tak asing lagi bagi lidahku. Makanannyapun bermacam-macam, yang selalu membuatku rindu ingin pulang kekampung halaman kecilku ini untuk sekedar menyantap masakan-masakan yang lezat.

1. pecel Kembang Turi

                        Makanan unik satu ini mudah dijumpai di Kabupaten Kendal khususnya disepanjang Arteri Kaliwungu atau Brangsong.
Pecel kembang turi ini seperti pecel-pecel lainnya , dengan disajikannya beranekaragam sayuran hijau yang diberi bumbu kacang khas yang memiliki rasa enak. Kita juga bisa meminta tingkat kepedasan pada penjual pecel kembang turi ini.
Jika mampir ke Kendal sekedar ingin mencipi pecel kembang turi ini dijual dengan harga Rp. 7000 saja.
2. Momoh
Kalau yang ini namanya lucu, momoh seperti emoh (tidak mau), padahal kalau sudah mencicipi makanan satu ini pasti anda ketagihan dan selalu rindu ingin memakannya. Hehehe
                        Momoh ini bisa kita jumpai di Kaliwungu, Kendal. Karena hanya ada disana saja, makanya buruan coba momoh ini yang juga berkhasiat menambah stamina tubuh lhooooo .
                        Momoh adalah makanan khas Kaliwungu, Kendal. Yang dibuat dari jeroan sapi. Dalam proses pembuatannyapun harus sabar, karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Soalnya, sapi yang telah dipotong dan diambil jeroannya, lalu jeroan itu direbus hingga 3 jam. Nah, baru deh diberi bumbu lalu digoreng. Kalau resep bumbu momoh ini adalah rahasia perusahaan jadi kalau lewat wajib mampir untuk mencicipinya. Hehe
Momoh ada macamnya lhooooo. Ada momoh goring dan momoh kuah. Tapi kebanyakan pelanggan memesan momoh goreng, karena bisa dimakan dengan soto atau nasi pecel.
Momoh ini bisa bertahan satu hari lebih, jika dimasukan kulkas bisa bertahan lebih lama yaitu sekitar 3 hari.
Harganya hanya dibanderol Rp. 8000 saja.
3. Rica-rica menthog

Kali ini rica-ricanya bebeda dengan rica-rica yang lain. jika mampir ke Kendal bisa menjumpai rica-rica unik yaitu rica-rica menthog dan bumbu hijau yang pedas serta disajikan dengan nasi putih yang hangat. Heummb nyummy
Rica-rica ini khusus untuk penikmat makanan pedas dan suka tantangan. Daging menthognya juga sangat enak.
Salah satu daerah yang menjual rica-rica menthog ini di Kecamatan Rowosari Kendal dengan harga perporsi dibanderol Rp. 25.000 .
4. Bebek Ijo

Bagi pecinta pedas juga harus coba makanan bebek ijo yang ada di Kendal, pasti akan puaassss J .
Selain pedas, bebek ijo (hijau) warnanya juga benar-benar hijau karena dibalut dengan cabe hijau, dagingnya juga empuk.
Cara memasaknya memerlukan cukup kesabaran, karena mula-mula bebek dimasak dengan cara diungkep selama 30 menit. Setelah matang, bebek diangkat kemudian bunbu dicampurkan kedalam bebek, selanjutnya dikukus selama 15 menit, dan siap dihidangkan.
Oh iya, bebeknyapun bukan sembarang bebek. Bebek yang dipilih itu harus berusia antara 3-4 bulan.
Kita bisa menikmatinya dengan harga Rp. 18.000 per porsi.
5. Soto Kendal

Soto adalah makanan popular dinusantara, namun pastinya setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Soto Kendal inidisajikan dengan nasi putting, sambalnya terbuat dari cabai pilihan. Bahannyapun cukup sederhana, yaitu nasi bihun, kecambah, irisan selada, serta bawang gorenh, dan tidak ketinggalan ayam goring yang telah disuir. Kuahnya bening, minyak yang terapung di kuah menjadi penggurih rasa. Dan jika ingin menikmatinya kita hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 10.000 .
6. Bandeng Tanpa Duri

Kali ini yang akan dibahas adalah icon kota Kendal yaitu bandeng tanpa duri. Keistimewaan bandeng dari Kabupaten Kendal adalah, tidak berbau lumpur, tekstur dagingnya lembut dan rasanya manis gurih, sehingga apabila dimakan secara mentahpun tidak kalah dengan ikan salmon, selain itu kandungan protein, omega dan kalsium cukup tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia. Bandeng ini juga bisa dijadikan oleh-oleh lho karena bisa bertahan lama, apalagi dimasukan didalam kulkas. Harganyapun bermacam-macam, antara Rp. 7000 hingga Rp. 75.000 tergantung ukurannya.
7. Mangut Lele


Makanan khas lainnya adalah mangut lele, yang jarang bisa kita jumpai didaerah lain. karena yang namanya mangut, biasanya dari ikan pare, ikan sembilang atau ikan manyung. Sedang ikan lele, biasanya dimasak goreng atau dipecel.
        Mangut lele yang dijual hanya di pantura Kendal ini disajikan dengan rasa pedas yang sangat menggugah nafsu mankan dan semangat.
                        Cara pembuatannyapun sama dengan mangut lainnya, hanya saja ada resep rahasia dalam memasaknya sehingga nikmatnya tak ada yang bisa menandingi. Nah, kalau  ingin merasakan nimatinya mangut lele ini, bisa mampir di Pantura Kaliwungu Kendal, bila sedang melintas. Harganya, sangat terjangkau. Satu porsi berisi 2 ekor lele, hanya Rp 12.000.
8. Brongkos

Selanjutnya brongkos. Brongkos adalah makanan khas daerah dataran tinggi Kendal yaitu tepatnya di Kecamatan Sukorejo.  Brongkos terbuat dari daging sapi yang dioleh dengan bumbu-bumbu khas yang menjadikan brongkos terasa berbeda dari olahan daging sapi yang lain. Brongkos dapat ditemui disemua warung makan di Sukorejo.  Brongkos juga tidak hanya berisi daging saja, tertapi ada pelengkap lainnya juga seperti tahu goring, kulit dan daun melinjo. Kuahnyapun menggunakan kuah santan. Pokoknya uenaaakkk rek…
9. Telur Ikan Mimi


Kali ini, makanan yang wajib dihidangkan saat berbuka puasa. Wah bentar lagi ya. J sebelum ramadhan tiba masyarakat Kaliwungu Kendal juga sudah mulai berburu, sebab jika tidak kebagian kita harus menunggu satu tahun untuk bisa menimatinya.
        Telur ikan mimi ini adalah Butiran telur ikan yang sedikit keras ini rasanya gurih enak, mirip telur kepiting. telur ikan mimi berasal dari ikan bercangkang lebar pipih yang biasanya didapat dari laut. Konon, ikan ini selalu berpasangan atau bertumpukan. Untuk mengambil telurnya, cukup dikeruk dari bagian bawah cangkangnya. Biasanya dibuat urap dengan campuran kelapa parut atau dibuat pepes. Rasanya yang gurih enak membuat orang selalu ketagihan dengan telur yang satu ini.
Jangan heran jika warga selalu menikmati untuk melengkapi santapan berbuka.
                        telur ikan mimi ini bisa kita nikmati dengan harga sekitar Rp. 5000 - Rp. 10.000 per porsinya untuk tiga orang. Telur mimi banyak dijual di depan Masjid Agung Kaliwungu menjelang bulan puasa.

Purbalingga
Kota yang berada di kaki gunung slamet ini adalah kota kedua yang pernah aku singgahi selama 3 tahun. Dengan cuaca yang dingin dan jalan dataran tinggi membuatku rindu selalu cuacana itu yang sangat berbeda dengan Kabupaten Kendal. Berikut makanan khas purbalingga yang melezatkan :

1. Mendoan 

adalah makanan yang paling terkenal di Purbalingga, mendoan dibuat dari tempe kedelai. Perbedaan mendoan dengan gorengan lain dari awal pembuatannya, jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan adalah tempe tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini diberi tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak. Mendoan enak dinikmati saat masih hangat. Harganyapun sangat murah hanya Rp 500 per potong .
2. Sroto        
   

Sroto adalah sebutan soto didaerah purbalingga dan banyumas. Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang pedas legit ini berbeda sekali dengan soto di Kendal yang membuat saya merasa janggal, tapi setelah mencicipinya, heummbbb jangan salah lagi ueenaakkknya. Soto ini juga menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi suwiran daging dan remasan krupuk. Sroto Purbalingga juga menggunakan krupuk namun warnanya merah putih. Harganyapun terjangkau, sekitar Rp. 10.000 .
4. Buntil               
 Makanan unik yang saya jumpai di Purbalingga aalah Buntil. Buntil dibuat dari kukusan daun keladi, daun pepaya atau daun singkong yang diisi parutan kelapa dicampur ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dsb. Cara penyajiannya, buntil disiram kuah pedas berbahan utama santan dan cabai merah, lengkap dengan cabai rawit dibiarkan utuh, tidak diiris. Sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi yang baru tanak. Untuk oleh-oleh, sebaiknya beli Buntil yang tidak bersantan, karena bisa tahan sampai seminggu. Buntil hampir selalu tersedia di setiap pasar pagi di berbagai pelosok Kabupaten Purbalingga. Namun yang paling terkenal Buntil Pasar Kutasari. Untuk mendapatkan semangkuk buntil di Pasar Kutasari, orang rela mengantri sejak pagi.
5.Sate Blater               
Sate Blater juga bisa menjadi menu pilihan lain yang khas dari Purbalingga. Disebut Sate Blater karena berasal dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Meski sama-sama sate ayam, Sate Blater sedikit berbeda dengan sate madura atau sate ayam lainnya. Perbedaannya terletak pada cara memasaknya. Jika pada umumnya sate dibakar saat daging masih mentah, kalau sate blater sebelum dibakar harus direndam dalam bumbu rahasia racikan khas orang-orang Desa Blater, dan saat dibakarpun masih berkali-kali dilumuri bumbu yang sama. Sehingga cita rasanya memang sangat terasa hingga gigitan terakhir. Pokoknya bikin ketagihan. Proses memasak yang berbeda, membuat sate ini juga kuat disimpan hingga tiga hari. bahkan jika disimpan di lemari pendingin bisa lebih lama lagi..
6. Nopia
Nopia berasal dari Purbalingga, sekitar tahun 50-an keluarga Ting Lie Liang memulai usaha bikin penganan nopia yang juga disebut telor gajah. Bantuknya putih dari tepung terigu berisi gula Jawa. Ada juga nopia mini yang biasa disebut mino. Baik nopia maupun mino tersedia dalam berbagai rasa, seperti rasa durian, rasa nana, rasa stroberi dan yang rasanya paling unik rasa bawang merah. Kue nopia ini juga sering dibeli untuk oleh-oleh.
 
PURWOKERTO
Sebut saja Kota metropolitannya kabupaten Banyumas J . disana aku sempat tinggal selama 1,5 tahun, walaupun tidak selama dikota-kota lainnya aku tinggal, namun karena sudah pernah belajar menyesuaikan hidup, di Kota ini aku tak canggung lagi dalam penyesuaian.  Sehingga tak butuh waktu lama untuk mengenal daerah serta masakan kuliner dikota  metropolitan ini.
Makanan khas dari kota ini adalah
 
Bagaimana dengan namanya, Lucu bukan? Tahu brontak adalah makanan khas purwokerto, awalnyapun aku terkejut, tahu kok brontak. Ternyata tahu ini terbuat dari tahu yang diberi tepung, diberi bumbu dan digoreng. karena saat di goreng sayuran yang ada di dalam tahu pada keluar maka dinamai tahu berontak. Tahu brontak ini mudah didapati disetiap warung makan, ataupun bisa kita jumpai pada sore hari di tempat-tempat ramai Kota Purwokerto. Harganyapun terjangkau Rp. 500 per biji.
Kripik tempe merupakan salah satu julukan kota purwokerto. Karena banyak penduduk yang memproduksi kripik tempe ini. pembuatannyapun tidak jauhdari pembuatan mendoan, hanya saja kripik tempe digoreng dengan waktu yang lebih lama dari mendoan hingga tempenya mengering dan  mengkripik. Kalau soal harga, biasanya kripik tempe sudah berada pada kemasan sehingga harganyapun bermacam-macam.
3. Gethuk Goreng,                             

Gethuk ini sangatlah terkenal di Purwokerto walaupun sentralnya itu di kecamatan sokaraja, daerah pinggir kota Purwokerto. Rasanya yang manis dan terdiri dari macam-macam rasa, durian, gula jawa, dsb. Harganyapun perkilo, satu kilo sekitar Rp.15.000 . gethuk biasanya dibeli oleh wisatawan untuk oleh-oleh sanak saudara di rumah.
4. Kraca
Kraca adalah makanan asing yang aku dengar di Kota Purwokerto ini. ternyata kraca itu bahan utamanya adalah keong sawah. Keong sawah yang dimasak berkuah dengan bumbu-bumbu yang kuat memberi nuansa pedas dan segar di tenggorokan. Kraca ini banyak dijumpai didaerah Baturaden. Cara penyajiannyapun keong masih dengan cangkannya, jadi kita bisa menyeruput cangkangnya agar keongnya keluar untuk dimakan. Jangan khawatir, sebelum dimasak keong dibersihkan terlebih dahulu.
5. Dage
Dage adalah kudapan mirip kue yang berbahan dasar ampas kacang yang digumpalkan dan dijamurkan. Dage banyak dijual dipasar dan pedagang sayur keliling. Dage Biasa disajikan berupa goreng tepung berbumbu dan disantap dengan cabe rawit yang dijual oleh penjual gorengan dipinggir jalan. Dage kesukaanku adalah dage yang digoreng kering, bukan basah. Karena rasanya lebih enak menurutku. Jadi mampirlah ke kota metropolitan ini, dan mencicipin makanan yang asing dilidah dan telinga.
6.Themlek
themlek, asing bukan? Pertamakali aku dengar, heumbbb garuk-garuk kepala sammbil mikir.hehehe ternyata themlek itu kudapan ringan dari ampas tahu berbumbu yang digoreng dengan adonan tepung. Bentuknya kecil-kecil, enaakkkk. Dijual dipinggir jalan bebarengan dengan orang yang menjual gorengan tahun, mendoan, dage ,dsb. Walaupun setelah makan themlek tenggorokan akan terasa seret. Namun bagiku itu enak karena rasanya juga agak pedas.
KEBUMEN
Tadi sudah dari pesisir pantai utara, pegunungan, sampai kota metropolitan. Sekarang kita akan membahas kuliner yang ada di pesisir pantai selatan yaitu Kebumen. Kota terakhir yang sekarang menjadi tempat tinggalku yang baru 3 tahun ini. dan tentunya memiliki ke khasan dalam dunia kekulineran donk.
1. Sate Ambal
Dari paling ujung timur dulu yah, sebut saja sate ambal. Walaupun sate itu sudah merajalela didunia kekulineran. Tapi jangan salah mencoba sate yang satu ini. sate yang berasal dari kota kebumen bagian timur, lebih tepatnya didesa ambalresmi kecamatan ambal. Itu sebabnya dinamakan sate ambal. Walaupun sate itu sudah ada dimana-mana tapi sate ambal memiliki sesuatu yang berbeda dalam penyajiannya dan yang pasti sangat maknyus dan nendang rasanya.
Ternyata sate ambal ini bukan sembarang sate, karena ayam yang digunakan hanya ayam betina yang dagingnya banyak mengandung gajih.
Pembuatannya yaitu ayam yang sudah dibersihi harus dimasak dulu, makanya daging akan terasa lebih gurih dan memiliki tekstur yang lembut walaupun belum dibakar. Setelah itu daging diolah bersama bumbu kemudian sate dibakar diatas bara api.
Aroma sate sangat membuat perut keroncongan dan ingin segera mencicipi.
Penyajiannya, setelah dibakar sate tidak dicampur bumbu langsung, bumbu disajikan secara terpisah., sambalnyapun berbeda dengan sambal sate lain. karena sambal sate ayam ambal ini adalah sambal tempe kedelai. Sama juga dengan sate lain, sate ayam ambal ini disajikan dengan ptongan ketupat yang disesuakan dengan selera pelanggan.
2. Lanthing
Siapa yang tak kenal makanan khas dari Kebumen ini? yang berbahan dasar singkong, dan pastinya banyak wisatawan ada pengendara yang lewat pasti mampir membeli lanthing utuk sanak saudara yang ada dirumah. Lanthing mudah kita jumpai didaerah karanganyar, gombong, adimulyo. Karena kebanyakan warga disana berbondong-bondong membuat lanthing dari singkong itu. Yah, lumayan. Sekarang lanthing disana menjadi mata pencaharian warga. Namun begitu, lanting juda tersebar diberbagai penjuru. Lhanting juga banyak yang dipesan dari kota-kota lain. lhanting ini dulunya berwarna dua macam, yaitu merah dan putih. Konon ceritanya, lanthing dibuat sewaktu menjelang kemerdekaan untuk itu ada niat oleh produsernya untuk menanam rasa cintanya terhadap Indonesia lewat makanan khas lanthing ini. Makanan Lanthing ini juga terdiri dari kualitas yang berbeda yaitu  jenis super dan biasa. Untuk itu harganya pun berbeda antara yang Lanthing Super dan Lanthing jenis biasa. Sekalipun lebih mahal, jenis ini katanya lebih mudah untuk dijual. Permintaannya banyak dari luar Kabupaten Kebumen. Namun sekarang lanthing hadir dengan rasa yang berfariasi tidak hanya rasa bawang saja, ada rasa jagung, keju, pedas,dsb.
3. bengkoang
Tak ada yang tidak tau buah satu ini, buah yang memiliki khasiat, dapat untuk buah, komponer rujak, menyegarkan wajah, hingga lulur.
Didaerah kebumen arah timur, tepatnya di kecamatan ktowinangun dan prembun, banyak sekali berjejeran pedagang yang menjual bengkoang ini.
Sekedar menyegarkan tubuh disaat perjalanan, diperkenankan untuk mampir. Hehehe harganya terjangkau kok.
4. Nasi Penggel           
Kali ini yang akan dibahas adalah nasi penggel, apa itu? Ini merupakan makanan khas yang semakin susah dijumpai di kota kebumen.
Nasi penggel adalah nasi putih yang dikepeli atau dibuat seperti bola pingpong. Biasa disantap dengan lauk sayur lodeh gori (nangka muda) dan kikil sapi plus tempe goreng dan kerupuk.
Nasinya bukan sembarang nasi, karena menggunakan beras dari kualitas terbaik. Dan kikilnyapun bukan sembarang kikil, karena kikil ini diambil dari kepala lembu, namun banyak juga yang hanya menggunakan kikil biasa. Nasi penggel makin unik karena harus disajikan di atas daun pisang agar tidak mengurangi kenikmatan. Soal harga tidak usah khawatir, nasi penggel ini hanya membanderol Rp.7000 perporsi.
5. Gembus dan Golak
Gembus dan golak adalah makanan yang sering saya jumpai, apalagi setiap sore dan malam hari. Saat pergi malam hari pasti ada rumah-rumahan kecil dipinggir jalan dengan berlampukan sentir dan ditemani tungku api. Penjualnya kebanyakan orang tua. Gembus dibuat dari singkong pilihan yaitu singkong yang bagus dan tidak mengandung racun, karena ada beberapa jenis singkong yang mengandung racun. Singkong dikuliti dan direndah terlebih dahulu untuk membuang racun atau zat yang tidak diinginkan, dan dijemur.  yang telah diparut dan dicampur sedikit air, ditambah bumbu, dan diaduk-aduk kental seperti lempung. Selanjutnya dibentuk menjadi Golak & Gembus dan digoreng dengan minyak kelapa dibentuk bulat belubang seperti donat, ada juga  golak bentuknya angka delapan. Gembus dan golak ini enak dinikmati saat masih hangat. Harganyapun sangat terjangkau. Pokoknya murah meriah deh.